Ilmu yang hanya berhenti di atas kertas rasanya belum cukup untuk membekali mahasiswa menghadapi dunia kerja yang penuh dinamika. Berangkat dari pemikiran tersebut, Program Studi Teknik Mesin Universitas Pertamina menghadirkan Capstone Design, sebuah mata kuliah puncak yang menuntut mahasiswa merangkum seluruh kompetensi teknik yang telah dipelajari untuk memecahkan persoalan nyata melalui pendekatan Project-Based Learning (PBL). Karya-karya hasil rancangan tersebut dipamerkan pada Senin, 14 Juli 2026, di Selasar GOR Universitas Pertamina.

Tahun ini, giliran mahasiswa tingkat tiga yang unjuk kemampuan dengan mengangkat tema perancangan alat bantu perkebunan, mengikuti tema nasional yang telah ditetapkan. Sebelas tim tampil membawa prototipe hasil karya masing-masing, menjadi bukti nyata dari rangkaian pembelajaran yang telah ditempuh sejak semester satu hingga semester enam.

Dosen Program Studi Teknik Mesin Universitas Pertamina, Khusnun Widiyati, S.T., M.Eng., Ph.D, memaparkan bahwa Capstone dirancang sebagai mata kuliah terintegrasi yang merangkum berbagai disiplin ilmu dalam satu proyek besar. Baginya, momen tersebut menjadi titik kulminasi di mana mahasiswa dituntut menyelesaikan sebuah persoalan dengan mengandalkan seluruh bekal pengetahuan yang sudah mereka kuasai selama menempuh pendidikan.

Proses pengerjaan proyek pun tidak berjalan singkat maupun mudah. Para mahasiswa melalui tahapan kerja layaknya praktik rekayasa profesional, mulai dari merancang desain dua dimensi dan tiga dimensi, memilih material yang sesuai, menghitung kekuatan struktur secara teknis, memverifikasi hasil rancangan lewat simulasi, hingga akhirnya merealisasikan gagasan tersebut menjadi prototipe melalui tahap fabrikasi.

Menariknya, seluruh rangkaian proses tersebut dijalani di tengah keterbatasan anggaran serta jadwal kuliah yang padat. Meski demikian, seluruh tim tetap mampu menuntaskan proyek dalam kurun waktu kurang dari empat bulan. Pencapaian tersebut sekaligus membuktikan kemampuan mahasiswa dalam mengatur waktu, berkolaborasi dalam tim, dan menuntaskan tantangan teknis secara sistematis.

Capstone Design tidak semata bertujuan menghasilkan sebuah alat jadi, melainkan memastikan setiap mahasiswa benar-benar mampu memadukan seluruh kompetensi yang telah diperoleh sepanjang masa studi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membekali calon lulusan dengan pengalaman menyelesaikan persoalan nyata sebelum akhirnya melangkah ke dunia kerja.

Khusnun berharap, mahasiswa mampu terus mengintegrasikan berbagai mata kuliah yang telah dipelajari dan mengaplikasikannya secara nyata dalam proyek Capstone tersebut.

Di luar fungsinya sebagai sarana pembelajaran, Capstone Design juga menjadi wadah pembinaan prestasi bagi mahasiswa Teknik Mesin Universitas Pertamina. Tema proyek tahun ini sengaja diselaraskan dengan tema nasional 2026 dari Badan Kerja Sama Teknik Mesin (BKSTM) Indonesia, sehingga karya terbaik mahasiswa berkesempatan melaju ke Lomba Rancang Bangun Tingkat Nasional.

Dari sebelas proyek yang ditampilkan, Program Studi Teknik Mesin akan menjaring lima karya unggulan untuk mewakili kampus dalam kompetisi tersebut. Khusnun pun menyampaikan harapan besar agar mahasiswa dapat terus berprestasi hingga mampu bersaing di tingkat nasional, dengan proyek Capstone sebagai salah satu bekal utama menuju pencapaian tersebut.

Semangat yang diusung Capstone Design sejalan dengan visi UPER Berdampak, yang senantiasa memperkuat pembelajaran berbasis proyek agar mahasiswa tak hanya unggul secara teori, tetapi juga cakap menerapkan ilmu teknik secara menyeluruh demi menghasilkan solusi inovatif bagi kebutuhan masyarakat dan industri. Pendekatan tersebut diyakini akan terus melahirkan lulusan Teknik Mesin yang adaptif, kompeten, dan siap menjawab tantangan dunia kerja.

Langkah tersebut juga sejalan dengan Asta Cita poin ke-4 yang menitikberatkan pada penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, dan pendidikan sebagai fondasi peningkatan daya saing bangsa. Selain itu, penyelenggaraan Capstone Design turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis pengalaman, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mempersiapkan lulusan yang kompetensinya relevan dengan kebutuhan industri, serta SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) lewat pengembangan inovasi rekayasa yang mendorong kemajuan industri dan pembangunan berkelanjutan.

Ingin merasakan sendiri pengalaman belajar yang memadukan teori dan praktik nyata seperti kisah para mahasiswa Teknik Mesin tersebut? Segera wujudkan langkahmu lewat Pendaftaran Universitas Pertamina.