Kenali Jenis Benjolan Milia dan Cara Mengatasinya

Jenis Benjolan Milia dan Cara Mengatasinya

Milia merupakan benjolan kecil yang memiliki warna putih yang sering muncul di pipi, hidung dan area mata. Milia merupakan kista kecil, berada dibawah lapisan atas kulit, dan tidak di dalam pori-pori sehingga hilangnya sangat lama beda dengan jerawat atau komedo.

Milia dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu millia yang muncul berdasarkan usia, dan millia yang muncul karena penyebab lain yang mengakibatkan milia tumbuh di tempat tertentu.

Jenis Benjolan Milia

Diketahui secara umum ada 2 kategori milia yaitu primer dan sekunder.

1. Milia Primer

Milia primer biasanya timbul langsung dari keratin yang ada di bawah kulit. Milia primer ini biasa ditemukan pada wajah bayi atau orang dewasa. Pada bayi milia sering disangka muncul karena hormon orang tua. Namun sebenarnya milia pada bayi disebabkan karena kelenjar keringat belum berkembang dengan baik.

Jangan Lewatkan: Kebiasaan Baik yang Memberikan Efek Positif pada Jantung

Milia adalah hal normal yang terjadi pada bayi. Kondisi ini hampir terjadi pada 50% bayi di dunia. Milia ini biasanya muncul pada area hidung, pipi, kulit kepala hingga area mata. Pada bayi biasanya milia muncul berkelompok agak banyak di kulit bayi dan tubuh bayi bagian atas. Dan Milia ini akan hilang seiring bertambahnya usia.

Milia primer pada orang dewasa muncul ketika sel kulit mati terperangkat di bawah kulit. Milia primer biasanya muncul secara berkelompok pada bagian kelopak mata, dahi, pipi atau alat kelamin. Milia primer biasanya muncul secara berkelompok pada bagian kelopak mata, dahi, pipi atau alat kelamin.

2. Milia Sekunder

Milia sekunder muncul karena adanya penyumbatan saluran permukaan kulit. Penyumbatan ini biasanya muncul karena adanya cedera pada kulit seperti terbakar atau melepuh. Selain itu paparan sinar matahari yang berlebihan, muncul disekitar ruam pada kulit serta penggunaan krim steroid jangka panjang juga dapat menyebabkan tumbuhnya milea.

Hampir sama dengan milea primer, milea sekunder juga muncul secara berkelompok di area kulit wajah. Milia sekunder ada pula yg merupakan jenis langka yang disebut En plaque. Jenis yang satu ini biasanya muncul dan menggumpal di area kulit wajah, yang memiliki sel kulit mati. Selain pada kulit wajah, milia jenis en plaque juga muncul di belakang telinga, pada kelopak mata dan bagian rahang.

Simak Juga: Jangan Biasakan Minum Sambil Berdiri, Inilah Bahayanya untuk Kesehatan

Milia biasanya muncul karena tidak membersihkan kulit, sering terpapar sinar matahari, dan juga luka pada kulit. Resiko munculnya milia, juga bisa terjadi pada seseorang yang memiliki jerawat dan komedo. Pada umumnya milia dapat hilang dengan sendirinya walaupun membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan hingga setahun.

Cara Mengatasi Milia

Untuk membantu mempercepat hilangnya milia ada beberapa hal yang dapat dilakukan, antara lain:

1. Lakukan Double Cleansing

Bersihkan wajah menggunakan pembersih dua langkah, jika memungkinkan cari yang dilengkapi dengan kandungan BHA. Karena BHA terbukti secara aktif dapat membersihkan sumbatan pada pori-pori.

Baca Juga: Tips Meratakan Perut Buncit Tanpa Menahan Rasa Lapar

2. Aplikasikan Scrub

Menggunakan scrub dapat membantu membersihkan pori-pori. Namun yang perlu diingat gunakan scrub sesuai aturan, karena jika terlalu sering akan mengakibatkan kulit mengalami exfoliasi.

3. Penggunaan Retinol atau Repair Cream

Banyak dokter kulit merekomendasikan penggunaan retinol untuk menghilangkan milea. Selain menghilangkan milea retinol dan repair cream membantu regenerasi kulit lebih cepat sehingga cedera kulit penyebab munculnya milea juga cepat teratasi.